selamat malam
lagi lagi tugas kuliah RPL (rekasa perangkat lunak)
kali ini membahas bagimana sofware engginering di implementasikan kedalam lingkup perkantoran
ok,,,, langsung saja
software engginering (rekayasa perangkat lunak) adalah sebuah disiplin rekayasa yang berkaitan dengan semua aspek produksi perangkat lunak.kita ambil contoh dalam kegiatan di kantor saya, para deplovment atau bahasa awamnya IT (tehnikal) sedang membuat sofware ringtone, sms gateway atau di satu divisi di kantor saya yang bernama TechM selalu memaintance service Axis ( yang sekarang berubah nama menjadi AMSIONG), para IT di divisi vas aplikasi sedang membuat tentang aplikasi sebuah alert untuk memberitahukan kepada pengguna (consumen) secara otomatis tentang promo yang sedang/akan diadakan.
tujuan dari pembuatan aplikasi alert atau sms gateway ini tidak lain dan tidak bukan agar para pelanggan mendapatkan update tentang kabar dari Axis tentang promo2 yang akan atau sedang dijalankan.
saya rasa semua provider di indonesia khususnya para divisi VAs Aplikasi dituntut harus mendeploy program alert atau sms gateway. (kalo salah mohon dimaklumi masih newbie di bidang IT )
ini saya izin copas dari blog tetangga.
Menurut Pressman, Teknologi software engineering dibagi kedalam 4 layer pokok. Yang pertama adalah layer Tools (diidentifikasi alat-alat(Tools) apa saja yang harus digunakan dalam pemodelan system). Layer kedua adalah layer Methods
(ditentukan metode-metode yang dipakai dalam melakukan pemodelan,
pengembangan dan pendekatan yang dilakukan). Yang berikutnya adalah
layer Process (identifikasi pembuatan sebuah softwere berdasarkan kebutuhan dari user). Layer yang terakhir adalah layer For Quality Focus (layer ini bergantung pada identifikasi-identifikasi sebelumnya di layer Tools, Methods maupun Process). Tujuan utama dari perancangan-perancangan sebelumnya ada di layer ini yaitu “High Quality Software”. Disinilah pentingnya Software Engineering.
Software Process
SW Process adalah framework untuk task atau pekejaan yang dibutuhkan untuk membangun sebuah “High Quality Software”. Proses framework sendiri dibagi menjadi dua aktivitas yaitu Framework Activities dan Umbrela Activities. Framework activities merupakan tahapan pokok dalam pembuatan sebuah software yang meliputi work task, work product, milestone (scheduling) & deliverable, serta Quality Checkpoint. Framework Activities sendiri terbagi dalam beberapa tahap yang harus diperhatikan. Tahapan itu adalah Communication & Planning, Modeling, dan Constructor & Deployment.
Tahap komunikasi adalah tahap untuk melakukan komunikasi dan kolaborasi dengan customer dengan tujuan mengumpulkan informasi mengenai kebutuhan customer tehadap software
yang diinginkan. Tahap Perencanaan mendeskripsikan task-task secara
teknis , resiko yang akan dihadapi, hingga penjadwalan proses
pengembangan software berdasarkan kebutuhan. Tahap pemodelan dilakukan kreasi model bagi pengembang sehingga customer bisa mendapatkan gambaran mengenai software. Secara detail, aktivitas pemodelan terbagi menjadi dua tahap yaitu menganalisa kebutuhan (Analisys Requirement) dan proses desain. Tahap Constructor & Deployment lebih cenderung pada pembangunan software menggunakan Tools-Tools tertentu.
Umbrella Activities merupakan kegiatan yang menaungi atau dengan kata lain “memayungi” dari pengembangan software agar dapat menghasilkan software yang sesuai dengan kriteria. Yang termasuk ke dalam Umbrela Activities adalah software
project management,formal technical reviews, software quality
assurance,software configuration management,reusability management,
measurement, document preparation and production, risk management.
Fundamental Activities
Banyak jenis software proses yang berbeda-beda , namun secara umum Fundamental Activities disarikan ada 4 yaitu Software spesification(mendefinisikan software dan batasan-batasan constraint), Software design dan Implementation (untuk menemukan spesifikasi software untuk diproduksi), software validation (memvalidasi software yang telah dibuat) dan yang terakhir software evolution (tahap dimana software perlu di perbaiki maupun diperbarui untuk mengikuti perkembangan jaman, oleh karena itu pemilihan platform untuk pengembangan software sangat penting).
Pada Software specification, terdapat 4 fase penting yaitu Feasibility Study (studi kelayakan sebuah software dan Tools), Requirements Elicitation and analisys (untuk membantu memahami system secara spesifik) dan Requirement validation (memvalidasi requirements dari customer). Pada software desain and implementation
dilakukan proses konversi dari spesifikasi sistem ke sistem yang
benar-benar dapat di eksekusi. Mungkin juga dapat dilakukan penghalusan
atau perbaikan spesifikasi pada tahap ini. Pada software validation termasuk didalamnya proses verifikasi, proses validasi dan proses testing (unit testing, modul testing, subsystem testing, system testing hingga acceptance testing yang dilakukan pada user). Sedangkan pada tahap proses evolution terdapat proses-proses tambahan dimana suatu software dapat berubah selama atau setelah system dikembangkan.
sumber
http://natrisnaniar.wordpress.com/category/dari-bangku-kuliah/
atau bisa di download untuk bahan tugas
di http://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2012-1-00350-IF%20Bab2001.pdf
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar